Saya Sedang Malas Menulis

Entah kenapa saat ini saya sangaaaat malaaaas sekali menulis. Sangat enggan untuk menggerakkan jari-jemari di tuts keyboard dan menuangkan ide yang saat ini tengah mengendap di dalam kepala.

Padahal banyak ide dan pemikiran yang ingin saya bagi di dalam blog baru yang tengah saya modifikasi ini. Banyak… Dari ide tentang cerpen pesenan seorang sahabat nun jauh disana sampai dengan konsep-konsep tentang hidup dalam perjalanan.

Tapi entah kenapa jari-jemari ini enggan saya gerakkan.

eh… Dikoreksi… Bukan salah jari-jemari saya. Tapi diri saya yang entah kenapa merasakan “stuck” pada sebuah titik. Dan sampai saat ini saya belum tahu bagaimana jawabnya.

Mungkin benar sebuah pemikiran tentang psikologi antara pria dan wanita. Tentang bagaimana sudut pandang pria dan wanita ketika menghadapi sebuah masalah. Well, saya tidak tahu siapa begawan yang mencetuskan ilmu psikologi ini. Mungkin John Gray dalam buku “Mars-venus”nya (yang pas banget sampai saat ini belum saya tamatkan).

Seorang perempuan ketika menghadapi masalah, ia memerlukan seorang teman untuk bercerita. Cukup seorang teman untuk menumpahkan segala keluh kesah di dalam hati. Dan itu cukup untuk menguatkan dirinya dalam menghadapi masalah itu.

Berbeda dengan laki-laki. Laki-laki, ketika menghadapi sebuah masalah, ia hanya diam saja. Merenungkannya dalam kesendiriannya dan barulah ia “ramai” ketika berhasil memecahkan masalah tersebut. Ia hanya mampu mengungkapkan masalah tersebut kepada seorang yang ia anggap “superior” jika ia benar-benar merasa buntu menghadapi masalah tersebut.

Mungkin inilah perbedaan yang mendasar tentang laki-laki dan perempuan.

Jadi suatu saat ketika saya menghadapi istri saya (kelak), saya harus memaklumi kecerewetannya. Semoga istri saya (kelak) juga mampu memahami diri seorang pria yang kadang membutuhkan kesendirian untuk memecahkan masalahnya.

Bukan berarti ketika itu laki-laki tidak peduli dengan lingkungannya. Tapi ketika itu ia peduli dengan lingkungannya dengan diamnya. Dan terkadang diamnya seseorang dianggap sebagai sebuah kepasifan, padahal dalam diam itu ia tengah memikirkan matang-matang tentang lingkungannya.

Jadi, macetnya diri saya dalam menulis ini mungkin disebabkan oleh saya sedang membutuhkan “kesendirian”. Mungkin saja..

Ah sudahlah….

Yang penting saya sudah menekan diri saya untuk menulis minimal satu lembar…

One response to “Saya Sedang Malas Menulis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s