Laputa; The Flying Castle

Mumpung liburan dan waktunya lumayan senggang serta lagi malas membaca buku, maka salah satu kegiatan yang saya lakukan hari ini adalah menonton film dari salah satu koleksi film saya. Maklum, kadang jenuh juga membaca buku serta mengimajinasikan apa yang ada di dalam buku tersebut. Butuh sesuatu sebagai hiburan.

Film yang saya tonton adalah film animasi yang sangat lawas sekali. Seumuran dengan saya. Animasi ini dibuat di tahun 1986 oleh salah satu produser film animasi favorit saya; Hayao Miyazaki. Film-film yang dibuat si doi ini termasuk film yang berkualitas top. Jika ada animasi atas nama Hayao Miyazaki, sudah pasti mencerminkan kualitas dari film tersebut. Meski jujur saja, tak semua film animasi yang dibuat sang maestro cocok bagi saya. Namun, untuk film yang saya kupas ini, saya memberikan bintang lima atas kualitas cerita dan animasinya. (tapi yaaah ekspetasinya jangan ngarepin sama dengan film digital jaman sekarang yang terlihat realistis, tapi untuk ukuran mata saya, sudah sangat cukup kok komposisi dari animasi ini)

Film ini sesuai judul yang saya buat diatas. Laputa; The Flying Castle.

Oh ya! Sebelum masuk ke dalam animasi ini, ada sebuah hal yang ingin saya ceritakan. Biasanya tema-tema dari film animasi Hayao Miyazaki ini adalah bertema anak-anak atau remaja. Jarang sekali yang bertema “dewasa” macam film-film animasi barat. Jarang ada tema percintaan diantara tokoh-tokohnya.

Kemudian dari sisi cerita, biasanya sang maestro merangkai alur cerita yang bertemakan alam, perdamaian di balik peperangan maupun bercerita tentang dunia anak-anak. Meski jujur saja, dalam alur-alur cerita itu terkadang dimunculkan tokoh yang absurd dan ambigu. Misalnya di dalam film ini. Pada awalnya salah seorang tokoh yang bernama “Dora” adalah musuh bagi “Sheeta”, namun di akhirnya ia menjadi kawan dalam petualangan cerita ini.

Dan yang saya sukai adalah, tokoh anak-anak di dalam film-film Hayao Miyazaki adalah para pekerja keras! Rata-rata tokoh utamanya adalah anak-anak yang rajin. Budaya kerja keras bangsa Jepang nampak di dalam film-film animasi Hayao. Inilah yang membuat saya jatuh cinta dengan film-film buatan Hayao Miyazaki. Pengembangan karakter dari tokohnya keren sekali!

Yah lumayan cocok-lah untuk tontonan anak-anak. Saya masukkan animasi ini dalam kategori “aman” untuk ditonton. Meski tentu saja ada pengawasan dari orang tua ketika mengajak anak-anak nonton animasi ini.

Okay, kita masuk ke dalam cerita.

Cerita berawal dari seorang anak perempuan bernama Sheeta yang ketika itu “diculik” oleh agen pemerintah bernama Muska. Di tengah perjalanannya, pesawat yang ditumpangi mereka diserang oleh perompak udara gerombolan Dora. Ternyata mereka mengejar kalung yang dipakai Sheeta.

 

Kalung ini memiliki kekuatan yang membuat Sheeta terlindungi dari mara bahaya. Ketika itu ia terjatuh dari pesawat dan kemudian kalung tersebut “hidup” serta membuat Sheeta melayang. Akhirnya Sheeta dipertemukan dengan Pazu yang tengah bekerja di sebuah tambang.

Pazu adalah seorang anak yatim-piatu yang bekerja sebagai mekanik di sebuah tambang. Ayahnya adalah seorang pilot yang pernah melihat Kota yang melayang Laputa. Ia mengambil gambar sebagai bukti bahwa Laputa yang dulu dikenal sebagai mitos, benar-benar ada dan nyata. Namun ia tidak dipercaya dan akhirnya mati dengan status sebagai seorang pembual. Hal inilah yang mendorong Pazu untuk mencari Laputa sebagai obsesi pribadinya. Ia ingin membuktika bahwa Laputa itu ada dan nyata serta ayahnya bukanlah seorang pembohong.

Akhirnya takdir mempertemukan Pazu dan Sheeta.

 

 

Membuat mereka bertualang menghindari kejaran Dora si perompak serta kawanan Muska. Menelisik pertambangan kuno dan mengungkapkan tentang kota Laputa yang hilang. Menemui hal-hal yang menakjubkan. Misalnya robot penjaga Laputa yang tiba-tiba hidup kembali setelah lama dikira sebagai bangkai benda mati. Ia hidup karena mantera yang diucapkan Sheeta kepada kalungnya.

 

 

Dari pertualangan serta ketegangan inilah akhirnya diketahui dimana lokasi Laputa, Kota yang hilang itu. Kota yang menakjubkan dengan arsitektur canggih serta penjaga yang mutakhir. Berbagai gambar yang ada memanjakan mata saya. Dari birunya langit serta putihnya awan sampai dengan hijaunya dedaunan di Laputa.

 

 

Dari alur cerita yang ada, memang Laputa adalah sebuah kota modern yang tiba-tiba hilang. Penghuninya lenyap tak berbekas kecuali hanya menyisakan para robot penjaga. Teknologi yang ada tidak menjamin perdamaian. Hal ini bisa dilihat dari opening animasi. di gambarkan secara abstrak bagaimana kemajuan Laputa serta bagaimanna keruntuhannya.

 

 

Saya menjadi terkenang dengan berbagai peradaban yang pernah ada di jaman dahulu. Yang tiba-tiba entah lenyap tak berbekas. Terkenang dengan animasi ini. Peradaban yang dulu pernah ada, memiliki kebudayaan yang sedemikian tingginya, tiba-tiba lenyap hanya menyisakan bekas-bekas yang menunjukkan ketinggian teknologi dan budaya peradaban masa lampau tersebut.

Lantas, bagaimana akhir dari film animasi tersebut?

He.. He.. Memang harus ditonton sendiri untuk bisa merasakan sensasi dari film animasi ini. Kalimat yang saya tuliskan malah terkesan memberikan jarak antara perasaan dan diskripsi yang saya berikan di postingan ini. Susah menggambarkan apa yang saya maknai di dalam film animasi jadul ini. Memang harus dirasakan sendiri.

Tapi yang pasti, kualitas dari isi cerita serta animasi yang ditampilkan memang bagus. Animasi yang di jaman sekarang tergolong sederhana, namun masih tetap memanjakan mata. Enak dilihat serta enak dipandang. Dari sisi cerita dan pesan yang disampaikan juga mengena. lagi-lagi ketika menyoal tema yang selalu dirangkai oleh Hayao Mizayaki adalah tema alam, kedamaian serta kemanusiaan. Berkisar tentang itulah.

 

2 responses to “Laputa; The Flying Castle

  1. Ping balik: Orkestra | belajar dari jalanan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s