Foto

“Aduh! Jatoh”, si Tono mungutin dompet tebelnya yang setengah terbuka karena jatuh.

“Eeeebuset! Foto siapa aja tuh?”, Edo kaget dengan banyaknya *koleksi* foto di dalam dompet Tono.

“Adaaa deeeh…”

“Mau tai.. Eh… Mau tauuuu aja urusan orang”

“Huh… Dasar pleyboy cap kodok!”, ejek Edo. “Lu ga nasionalis kek gua…”

What the… Coba belah dadaku! Ada merah putih di dalamnya”, sengit Tono ga mau kalah

“Yaelah… Terang aja Ton.. Lha tulang elo kan putih, darah elo merah…”

“Orok aja juga tau itu..”

“Terus maksud loe yang nasionalis itu apa Do?”, tanya Tono.

“Gini Ton, dompet itu nunjukin karakter seseorang”

“Kalo dompet elo yang isinya gebetan elo doang, nunjukin isi otak elo cuma cewek.. Otak pleboi..”

“Yang isinya foto istrinya, nunjukin suami setia..”

“Yang isinya foto keluarga, nunjukin si doi care ama keluarga..” khotbah Edo ngasih penjelasan ama Tono.

“Jiaaah… Orang juga tau kek gitu Do..”, sela Tono. “Lalu yang elo maksud nasionalis gimana?”

“Yang gua maksud nasionalis itu kek gini Ton..”, sorong Edo mendekat ke Tono. Nunjukin isi dompetnya yang tebel.

“Tuh liat.. Ada Pattimura, ada Pangeran Antasari, ada Tuanku Imam Bonjol, ada Sultan Mahmud Badaruddin”

“Iniii yang namanya nasionalis! Gambar pahlawan dipajang di dompet!”, kata Edo dengan bangga.

“Ah kurang! Mana Bung Karno ama Bung Hatta! Mana I Gusti Ngurah Rai?”, balas Tono ga mau kalah.

“Ah! Nasionalis sepotong doang elo Do..”

Dan si Edo cuma bisa nyengir kuda…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s