Screenshot Kompi Kantor Saya

Saya termasuk seorang yang pembosan, apalagi ketika dituntut menangani hal itu-itu saja. Khususnya kemarin, sengaja melemburkan diri untuk mengolah data yang tak sempat ketika hari kerja diolah. Yah kudu belajar lebih dalam mengenai manajemen waktu. Tapi mumpung masih bujang & ga ada yang menunggu di rumah, maka fine-fine aja lembur.

Toh suatu ketika saya sempat tersentak ketika salah seorang mentor saya ketika ia belum resign dari tempat kerjanya, seringkali ia bekerja melebihi batas waktu kerja. Ditambah lagi, ia lembur tapi ga mengharap bayaran. Menguji integritas katanya.

Kemudian ingatan saya melanglang buana jauh kepada buku yang saya baca ketika masa kuliah; “Rich Dad Poor Dad” karanngan Kiyosaki. Di bab awal pembuka saya disuguhi tentang Kiyosaki muda yang bercerita ketika ia bekerja pada “Ayah Kaya”. Di masa itu ia dan sahabatnya bekerja tetapi tidak digaji. Yang saya ingat salah satu petuah “Ayah Kaya” adalah bekerja bukanlah demi mengharapkan gaji dan uang. Bekerja adalah salah satu pembelajaran.

Dan ketika saya merenungi beberapa waktu yang berlalu, ternyata saya salah dalam meniatkan bekerja ini. Motivasi untuk bekerja ternyata melenceng. Maka dari itu ada keinginan untuk segera merubahnya bahwa ketika bekerja bukan hanya bersandar kepada patokan gaji semata. Ada esensi yang besar dibalik itu.

Tentu merubah kebiasaan yang telah lama tidak semudah membalik telapak tangan. Butuh kerja yang ekstra keras dan tekad yang baja. Tapiii yaa itu, baja sebelum diolah adalah lempengan besi. maka lempengan besi ini perlu mendapatkan panas dan pukulan-pukulan agar ia berubah menjadi baja yang kuat.

Ah.. Sepertinya melenceng dengan apa yang ingin saya tampilkan. Screenshot desktop kompi kantor saya.

Tentu untuk tekun, saya bukan jagonya. Apalagi rajin. Pheew.. Yang pasti, beberapa hari yang lalu malah saya menggulirkan ide mengenai “Kerja Malas Tapi Menghasilkan” kepada rekan-rekan kantor. Daaan sebagian pada manggut-manggut menyetujuinya!😀 -Mungkin akan saya tulis kenapa harus malas di tulisan lainnya-

Makanya demi membetahkan diri saya menatap layar kompi yang penung dengan query data, saya merubahnya tengan tema-tema tertentu. Dan saat ini saya telah merubahnya dengan tema “Kayu”.

Tema yang tidak “jreng” tapi menyejukkan mata. Simpel..

Oh ya! Yang pasti, saya tidak menggunakan windows, jadi kalau rekan-rekan ingin merubah seperti tampilan ini bakal susah ketika OS-nya masih Windows.

One response to “Screenshot Kompi Kantor Saya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s