Noura

Ayat-ayat cinta. Novel yang terbit pada tahun 2004 ini mengingatkan saya akan kenangan pada banyak hal. Tentu kenangan-kenangan manis. Ketika membaca perjuangan Fahri dalam masa perantauannya. Bagaimana ia bersikap dan bertindak dengan penuh tanggung jawab, bagaimana tentang pergaulannya, bagaimana tentang aktivitasnya. Sangat menginspirasi saya. Meski jujur, kualitas saya juaaaaaauuuuuuuuuuuh dibandingkan dengan tokoh Fahri.

Tapi novel ini tetap membekas di dalam kenangan akan bagaimana saya harus bersikap serta bertindak melalui kisah fiksi Fahri. Hampir semua tokoh yang diceritakan di sini adalah orang-orang yang baik. Bagaimana tentang Fahri, tentang tetangganya Mr. Boutros, tentang Syaikh Usman, tentang Fadhil daaaaan lain-lain.

Banyak kisah yang menyentuh di dalam novel ini. Tentang Fahri mengenai pilihan-pilihan yang harus ia ambil serta cobaan yang menimpa, tentang Nurul yang kisah kasihnya tidak sampai, tentang Fadhil yang mengajarkan tentang bagaimana menjadi seorang lelaki sejati dan tak lupa… Tentang Noura..

Noura adalah gadis mesir yang cantik, pandai namun memiliki nasib yang malang. Ia dibesarkan di dalam keluarga yang tidak harmonis. Ayahnya si Bahadur yang pemarah serta ringan tangan, kakak-kakaknya yang menyiksanya, sert aibu yang tak berdaya atas keadaan Noura. Namun ia tetap tabah, ia tetap bersabar menerima segala cobaan itu.

Hingga pada suatu ketika, saat ayahnya bertindak melampaui batas serta mengusirnya dari rumah. Datanglah Maria yang menolong serta menghiburnya atas perintah Fahri. Siapa yang tidak tersentuh hatinya ketika mendapatkan pertolongan seperti itu. Ketika saat yang paling nadir di dalam hidup, lantas ada seseorang yang menolong, maka ingatan akan kebaikannya tak akan terlupakan.

Singkat cerita, Noura jatuh cinta. Ia jatuh cinta kepada Fahri sebagaimana Maria serta Nurul. Namun sayang, cinta Fahri telah terikat dengan sah bersama Aisha. Maka bertepuk sebelah tanganlah cinta Noura, Maria serta Nurul.

Nasib yang sama ternyata tidak membuahkan tindakan yang berbeda. Maria menahan rasa cintanya sampai ia jatuh sakit dan sekarat, Nurul yang mengiba menawarkan diri menjadi madu asal mendapatkan cinta Fahri dan kisah tragis Noura yang merubah perasaan cinta menjadi benci.

Maria. Sangat wajar ketika merasakan cinta yang bertepuk sebelah tangan lantas merasai perihnya. Maka sangat wajar ketika ia jatuh sakit karena memendam rasa itu. Untung tidak semengenaskan kisah Layla-Majnun.

Nurul. Ia menawarkan diri, dan kondisi itu boleh karena ia menawarkan melalui jalan pernikahan. Bukan melalui jalan yang melenceng dari syariat. Namun akad antara Fahri dan Aisha tidak mengijinkan cintanya bersambut.

Noura. Cinta yang mendarah daging serta menyunsum tulang membuatnya kehilangan akal sehat hingga merubahnya menjadi kebencian. Kebencian yang menyakiti yang dicintai.

Ketika membaca kisah itu, saya sempat terpikirkan; “Apakah mungkin sebuah cinta dapat berubah menjadi kebencian?”. Memang, kisah itu fiksi. Namun tidak menutupi bahwa fiksi dapat didasarkan pada kejadian nyata bukan?

Lantas di dalam penggalan sebuah ayat Al-Qur’an;

“Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” (Az-Zukhruf: 67)

Ternyata di dalam Al-Qur’an ada kisahnya..

Jadi memang ada sebuah pelajaran, bahwa sebuah perasaan cinta yang salah dapat mengubah rasa itu menjadi kebencian. Mungkin bukan cintanya yang salah, karena ia adalah fitrah yang mendasar. Sangat wajar ketika mencinta, namun tindakan apa yang dilakukan atas dasar cinta itulah yang kemungkinan melencengnya sangat besar.

Maria hanya mampu memendamnya dengan dalam hingga ia jatuh sakit, Nurul dengan penuh keberanian mengungkapkan rasa cintanya serta menawarkan diri, namun Noura mengubah rasa cinta itu menjadi kebencian yang dalam.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s